Rabu, 06 Agustus 2014

hai sobat ini adalah cerpen ku yang pertamaa maaf nih aku soalnya blog pertama ..:)
ini ceritanya belum selesai. Nanti aku lanjutin kalo ada waktu byee...
selamat membaca




Senyuman Yang Terakhir

            Salah apakah aku terhadap sahabat ku , selama ini aku selalu merindukanmu kau adalah sahabat terbaikku. Sepanjang perjalanan aku merasa kau ada di sisiku ..  Wulan sebenarnya aku membutuhanmu di saat aku sendiri aku berharap kita akan menjadi suster .. itu kata terakhirmu untukku hidup harus serius jika gak serius maka untuk apa hidup di dunia ini ..
            Tepat jam 06.00 aku bergegaske kamar mandi untuk berangkat ke sekolah Majijo High. Saat aku memasuki sekolah aku melihat ada anak  yang berkelahi memang anak di negara ini rata rata bisa berkelahi apalagi perempuannya, tapi aku sudah berjanji kepada Wulan untuk gak berkelahi lagi karena Wulan meninggal karena aku.
            Ting tong ... belpun sudah berdering aku pun segera masuk ke kelas. Saat di kelas
“ Anak anak perkenalkan dia adalah Nabila dia adalah tranfersal murid, Bil kamu bisa duduk di sebelah sana “
“ Iya pak ..” jawabku sambil berjalan ke tempat duduk yang sudah di perinahkan oleh bapak guru
“ Hei Transfersal murid, berani juga ya sekolah di sini ..” panggil seseorang yang ada di belakang bangkuku
Aku pun hanya bisa menoleh kebelakang dan menatap matanya saja.
“ Hei dasar kau mengapa tak menjawab pertanyaanku ..?”
“ Hei Dera kamu duduk yang benar ..!!! “ bentak pak guru
“ hishh..!!”
Ting tong .. Bel pun sudah menunjukkan untuk istirahat, aku pun langsung menuju ke tempat yang sepi agar aku bisa membaca buku pemberian Wulan saat itu.
Tiba tiba ada anak yang bertengkar di belakangku
            BRUKKK ...
“ Hei kamu jangan sok deh jadi pahlawan sekolah ini ..!!” Bentak Dera dari Team Popustuck
“ Huh pahlawan apakah kau seriuss ..!! hahahahah ..???” Tambah sahabatnya Dera yaitu Berlian
“ Pahlawan ,aku selalu seriuss ..!!!” jawab anak yang hampir di bunuh oleh Team Popustuck
“ Aku selalu serius untuk menjalani hidup, jika aku gak serius untuk apa hidup..!!!” sahutku sambil nada marah.
“ Hei kenapa sih kamu kok nyaut aja, serius mau bantuin anak pecunddang ini hahah sama sama pecundang sih..hahahahah!!!” jawab Dera
15 menit aku pun menghabisi mereka dengan tangan kosongku aku gak suka jika ada seseorang yang hidupnya gak mau serius .. aku sangat benci apalagi kata Wulan itu membuat aku bisa serius menjalani hidupku ..
“ Apakah kamu serius , “ jawab seseorang yang hampir di bunuh oleh Team Popustuck
Akupun berjalan meninggalkan mereka yang terisak kesakitan, ada perempuan yang melihatku dengan pesimis akupun langsung menghiraukannya  lalu pergi
Saat di kelas..
“ Abill..!!” panggil seseorang dari belakang, dan itu ternyata anak kemarin yang hampir di bunuh oleh team Popustuck dia bernama Alfina
Akupun langsung menarik kursi bangkuku lalu aku membereskan buku dan bergegas pulang.aku langsung bergegas ke tempat kerjaku yaitu menjadi pembantu suster hanya ini yang bisa kulakukan unu bisa menjadi suster seperti yang dikatakan Wulan.
“ Selamat malam Bil..” panggil ramah salah satu suster ,lalu ku balas dengan senyumanku
“ Jugha ..” jawabku
Akupun berjalan menuju tempat pengambilan baju atau bisa di bilang tempat jemuran para pasien.
“ Hey kamu udah kalah , ngapain kok beraninya main lagi..!!!” ucap pasien yang sedang bermain kartu
“ Oh gak bisa aku belum kalah ..!!!” jawab salah satu pasien yang satunya
“ Oh minta berantem kau ..!!!”
“ Oh nantang lo..!!!”
Akupun langsung menghampiri dan langsung melerai para pasien yang hampir bertengkar.
“ Sudah, ini adalah rumah sakit..” ucapku tiba tiba
“ Huh.. ? “ ucap pasien perempuan cantik yang duduk di sebelah para pasien yang hampir bertengkar itu.
Akupun langsung bekerja hingga selesai, jam sudah menunjukkan waktu 20.00 malam saatnya aku harus pulang.
Akupun berjalan melewati jalan pintas.sesampai di rumah
“ Oh sudah pulang, bagaimana sekolahmu..?” tanya ayah
“ Seperti biasa ..” jawabku
“ Oh.., bagaimana sudah punya temankah..?”
“ Aku gak berharap punya sahabat” jawabku sambil mengambil makanan yang ada di depanku.
Selesai makan aku langsung pergi ke kamar untuk belajar
Aku pun membuka buku yang ada fotoku dengan Wulan .. begitu bahagianya jika aku bisa bersamanya selamanya , hanya gara gara aku ingin berubah Wulan meninggal demi aku .. Wulan ..
Esoknya
“ Pagi Abell..” panggil Fina
Akupun menghiraukannya dan meninggalkan dia .. saat di kelas
“ Abell apakah kamu mau buah..? apa kamu mau makanan utama akan ku belikan kok ..” ucap Fina dengan menawarkanku makanan.
Akupun menggelengkan kepalaku.
“ Abell aku mau bicara sesuatu denganmu.. AAKUU INGINN JADII PENGIKUTTMUU..” ucap Fina dengan sujud di kakiku
“ Huh sudahlah gak usah seperti itu ..” jawabku
“ Abell..”
“ Umm.. bisakah kamu gak panggil aku dengan panggilan Abell..?”
“ Huh apakah kamu gak suka ..?”
“ Huh pengikutt “ ucap serentak Team Popustuck yang ada di belakang bangkuku
Akupun langsung meninggalkan Fina dan bergegas ke tempat sepi yang bisa membuatku nyaman dan tenang.
Saat di perjalanan aku bertemu dengan anak perempuan yang sudah 2 tahun sekolah di Majijo High mereka adalah Team Kodaina Sister, katanya mereka kuat
“ Hei Nabila anak transfersal murid beraninya kamu melewati kita dengan tatapan yang seperti itu ..!!” panggil salah satu anak dari Team Kodaina
“ Hey katanya kamu kuat sampa sampai kata Team Popustuck kalah denganmu..?”
“ Selamat pagi ..” jawabku
“ Huh , maksudmu apa ..?”
Akupun langsung melanjutkan perjalananku , tiba tiba kedua saudara yaitu Team Kodaina menyetopku di saat aku berjalan ..
“ Hey apakah kamu serius mau pergi ..!!!”
“ Seriuss..??”
Tahan bil tahan kamu gak boleh bertengkar kamu kan sudah berjanji sama Wulan agar gak berantem lagi. Aku membatin sambil mengepalkan tangan yang penuh dengan perasaan dendam
“ Bisakah aku pergi ..” ucapku
“ Huh ..?”
Akupun melanjutkan perjalananku menuju kelas
“ Abell..!!!” panggil Fina dari belakangku
“ Ini untukmu makan yah.. ini dia ayam yang paling terlezat di dunia ..!!!”
Akupun menggelengkan kepalaku
“ Apakah kamu gak suka “
“ Bukannya gak suka tapi aku tidak lapar , makanlah dengan teman yang lainnya “
Akupun langsung menuju tempat dudukku yang ada di dekat jendela kelas , lalu aku melihat ke luar jendela ada anak yang di tawur disana tiba tiba ada sahabatnya yang menolongnya .. akupun langsung teringat oleh Wulan saat itu
Lalu aku mengenggam gelang tangan dan kalung pemberian Wulan itu membuatku membayangkan saat dia menolongku
“ Hey Bil mengapa kamu berantem sendirian .. aku masih meragukan kemampuanmu..”
“ Huh..? sebaiknya tolong aku..!!”
“ Sekarang tentang serius bukan untuk main main lagi ..”
“ Iya “
“ Kita serang dengan aba abaku”
“ Iya “
“Bil apakah kamu gak papa..kenapa kamu kok bengong ..?” panggil Fina tiba tiba
“ Huh..? gak papa” jawabku sambil membaca buku
Tiba tiba anak anak dari suatu geng yang katanya terkuat di Majijo High.
Brukk ...
Dia langsung menendang mejaku hingga bukuku terjatuh, akupun terkejut lalu aku mengambil meja dan bukuku yang terjatuh, lalu dia mengenggam tanganku erat , akupun berusaha untuk melepaskan genggamannya .
“ Nabila.. maukah kau bertanding dengan ku..?”ucap dia tiba tiba
“ Ha.. Geriskha anak dari Hukegaruka fams dia salah satu queennya “ ucap tiba tiba Dera ketua Team Popustuck.
“ Hei kau siapa ..? beraninya kau bilang seperti itu ke Abill..?” Jawab Fina sambil mendorong badan ku kebelakang seolah olah dia mau melindungiku
“He..!!! apakah kamu pengikutnya ..? hAhahah..!! apaka kamu serius ”
“ Nabila akan ku tunggu nanti kau ..!!!” Bentak dia tiba tiba
“ Sudah pergii sana ..!!” bentak Fina tiba tiba sambil menatap diriku
“ Jika kamu gak datang.. lihat saja ..!” jawab dia sambil meninggalkan kelas
Akupun langsung duduk di tempat dudukku sambil membaca bukuku lagi.
Belpun telah berbunyi berarti itu tandanya saatnya pulang. Saat diperjalanan aku bertemu lagi dengan Team Kodaina di menyegat diriku dan Fina .
“ Nabila ..!!!”
Tiba tiba dia mengambil bukuku dari tasku
“ Huh ini buku apa’an kimia huh .. kau sangat anak yang baik hati sekali huh..?”
Lalu ia menyobek bukuku bagian tengahnya .
“ Nabila .. bukumu..?” ucap Fina dengan raut muka yang sedih
Akupun langsung megambil bukuku tersebut dan langsung berjalan ke tempat kerjaku .
“ Selamat siang Nabila .. ?” panggil seorang suster dari belakangku
“ juga .. semoga harimu indah “
“ Huh apakah Nabila kerja sampingan menjadi pembantu suster jadi buku itu sangat berharga donk ..” Bisik Fina sambil mengumpat di belakang tong sampah.
Lalu akupun angsung mengganti pakaian seragam ekolahku dengan seragam pembantu suster dan langsung mengerjakan tugas ku yaitu ke tempat penjemuran lagi .
“ Hei sekarang aku yang menendang  bola itu ,..!!” ucap anak perempuan cantik dari kejauhan
“ Huh gak bisa ini giliranku ..!!!”
Lalu ia melihatku dan ia megajakku untuk bermain sepakbola di halaman rumah sakit.
“ Hei anak perempuan mau gak kamu main ..? bersama kami .?” panggil anak perempuan itu tiba tiba.
“ Huh maaf , aku banyak kerjaan hari ini ..” jawabku sambil tersenyum
“ Hei kamu umur berapa ..?” tanya pasien perempuan itu
“ Umur 16 tahun , yasudah saya mau pergi dulu ..”
“ Namamu siapa ..?”
“ Nabila, kamu..?”
“ Feriskha, salam kenal yah ..?’
            “ Hei bagaimana ia mau gak main sepak bola sama kita ..”
            “ Hem gak bisa katanya dia , dia sibuk ..? “
            “ Oh baiklah kita lanjut saja ..”
Setelah aku menyelesaikan pekerjaan ku akupun langsung pulang di saat aku perjaanan pulang aku merasa tidak enak dengan Fina .  akupun langsung mencarinya 
“ Hei Geriskha .. aku ingin kau berantem denganku , jadi kau gak usah menantang lagi dengan Abill" Bentak Fina di depan markas Geriskha .
“ Oh kamu .. padahal aku lagi gak menunggu kamu , tapi kok yang datang si babi besar ..?” jawab Geriskha sambil terawa
Selama di perjalanan pulang aku bertemu Dera ...
“Hei Nabila teman bodohmu .. “
Akupun hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Dera, kaupun sadar bila Fina itu sayang sama aku, padahal aku gak berharap jika dia menjadi temanku.. lalu aku berlari menuju markas Geriskha ...
Setelah di tempat markas Geriskha aku melihat Fina terjatuh ,, dia tetap melawan Geriskha walaupun dia sudah banyak mengeluarkan darah dari hidungnya, akhirnya Fina pun pingsan akupun langsung menolong dia yang sedang terisak kesakitan itu.
“ Hey.. Nabila ..!!” panggilnya sambil menarik bajuku ke belakang .
Akupun berusaha melepaskan tangannya dari pundakku dan menolong Fina yang sedang terjatuh di lantai.
“ Abill”
“ Sudah jangan banyak bicara “
“ Hey apakah kamu serius untuk menolong anak pecundang ini huh ..?”
“ Seriusss..?” jawab serentak teman teman Gersikha itu
“ Aku selalu serius, jika aku gak serius maka untuk apa aku hidup huh..!!”
Lalu selama setengah jam akupun berkelahi dengannya .. dia adalah saingan terkuat .. sampai sampai hidungku berdarah
“ Oh Nabila kamu sangat kuat aku ..aku”
Akupun langsung mengulurkan tanganku kepadanya
“ Ayo kamu kan kuat “
“ Iya “
“ Abell ayo kita pulang “



Tidak ada komentar:

Posting Komentar